Subscribe
Dapatkan berita terbaru seputar startup dan inspirasi technopreneurship dengan berlangganan newsletter Grevia.

 

Notes

Disable Password Authentication

Disable password auth, berguna untuk mengamankan server agar tidak di brute force.
sudo nano /etc/ssh/sshd_config

Cari line dengan value "PasswordAuthentication" dan uncomment, tambahkan value "no" menjadi seperti ini
PasswordAuthentication no
Jika sudah, maka lakukan reload service
sudo systemctl reload sshd

Buatlah user baru

Defaultnya linux, memiliki user dengan nama root yang digunakan untuk hak akses penuh, namun penggunaan akses root ini, rawan dieksploitasi dan menyebabkan chaos, karena itu kita perlu membuat user baru.

Untuk membuat user baru ketik
adduser rusdi
User baru dengan nama "rusdi" sudah dibuat, saatnya kita mendaftar user tesebut ke dalam superuser agar bisa menggunakan perintah sudo dan tidak perlu login berulang kali
usermod -aG sudo rusdi
Hore user baru rusdi telah dibuat dengan group super user

Install Nginx

Nginx dibutuhkan untuk web server yang menampilkan web kita
sudo apt-get update
sudo apt-get install nginx
Jika sudah, untuk test nginx apakah sudah jalan atau belum, gunakan curl
curl ardgery.com
Jika ada response http get maka nginx akan muncul response.

MYSQL

Untuk install mysql
sudo apt-get install mysql-server
Jika sudah maka
mysql_secure_installation

PHP

Untuk menjalankan php, maka kita perlu menginstal php-fpm
sudo apt-get install php-fpm php-mysql
Jika sudah, maka buka settingan php fpm di
sudo nano /etc/php/7.0/fpm/php.ini
Buka dan find set value "cgi.fix_pathinfo" menjadi
cgi.fix_pathinfo=0
Jika sudah maka restart
sudo systemctl restart php7.0-fpm

Ubah config Nginx

Ubah setting Nginx agar menggunakan PHP
sudo nano /etc/nginx/sites-available/default
Untuk confignya, harus kita rubah default menjadi
server {	listen 80 default_server;	listen [::]:80 default_server;	root /var/www/html;	index index.php index.html index.htm index.nginx-debian.html;	server_name server_domain_or_IP;	location / {	try_files $uri $uri/ =404;	}location ~ \.php$ {	include snippets/fastcgi-php.conf;	fastcgi_pass unix:/run/php/php7.0-fpm.sock;	}	location ~ /\.ht {	deny all;	}}

*Notes :
Jika anda ingin mengeset folder laravel di dalam domain gunakan settingan berikut:
*asumsi folder yang anda pakai adalah laravel(tinggal diganti sesuai nama folder anda di route nginx diatas

# setting subfolder url to overwrite index htacces in nginx	location /laravel {	#try_files $uri/ /index.php;	try_files $uri $uri/ /laravel/index.php?$query_string;	} 
Untuk mengetes setting nginx sudah benar
sudo nginx -t
Jika config sudah dirubah, anda bisa reload
sudo sytemctl service nginx
Untuk testing php sudah berjalan
sudo nano /var/www/html/info.php 
tambahkan script
phpinfo();
lalu buka
http://server_domain/info.php
Jika benar maka akan muncul settingan info php yang dimaksud.

PHP 7 ke php 5.6

Ubuntu 16 secara default akan menginstall php 7, untuk mengganti PHP 7 ke 5.6 Tambahkan repo untuk 5.6
sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php
jalankan
sudo apt-get update
sudo apt-get install php5.6-fpm
untuk mereplace service php 7 ke 5.6
sudo update-alternatives --set php /usr/bin/php5.6
Untuk mencari tahu versi php di server buka php -> phpinfo atau ketik:
php -v
Jika benar maka akan muncul
PHP 5.6.23-2+deb.sury.org~xenial+1 (cli)
Copyright (c) 1997-2016 The PHP Group
Zend Engine v2.6.0, Copyright (c) 1998-2016 Zend Technologies
with Zend OPcache v7.0.6-dev, Copyright (c) 1999-2016, by Zend Technologies
restart nginx
sudo systemctl restart nginx
Dan voila, anda sudah bisa melihat hasilnya

By Rusdi

Follow Grevia :         
Daftar Email anda ke newsletter.
Copyright © 2011 - 2022. Grevia Networks
×