Subscribe
Dapatkan berita terbaru seputar startup dan inspirasi technopreneurship dengan berlangganan newsletter Grevia.

Memulai startup : Bootstrap atau mencari pendanaan dari investor

Technopreneurship Startup

Rating : (182)
Dalam memulai startup, sebagai Founder anda bisa melakukan bootstrap atau raisefunding.


source : flickr

Untuk setiap founder yang membangun startup, ada 2 cara untuk mencari dana operasional startup.

  1. Bootstrap

    adalah istilah umum pendanaan dengan menggunakan dana pribadi untuk menjalankan startup. Bagi sebagian founder, dengan akses networking yang terbatas ke investor, bootstrap sepertinya adalah pilihan terbaik untuk menguji ide dan validasi bisnis anda ke pasar.

    Dengan bootstrap, anda hanya memiliki resource yang sangat terbatas dalam menjalankan operasional startup anda. Di fase ini, buatlah produk anda secepat mungkin dan berusahalah jual produk anda ke pelanggan pertama anda.

    Beberapa bulan pertama, akan menjadi pertanda, apakah budaya kerja dan visi misi yang anda terapkan di startup anda memiliki progres positif atau tidak ada perkembangan sama sekali.

    Jika startup anda memiliki traction yang baik, ada sebagian investor / Venture Capital (biasanya seed investor / investor series A) yang memang mencari startup yang sudah berdiri minimal 6 bulan - setahun untuk diinvestasi, hanya untuk sekedar melihat komitmen Founder dalam menjalankan startupnya sebelum diinvestasi.

    Jika sudah di tahap yang baik, namun anda sudah kehabisan resource, tidak ada salahnya anda mulai berpikir untuk mencari investor untuk raise funding, bukan ? 

  2. Raise Funding

    adalah strategi mencari pendanaan dengan melakukan presentasi dan pitching ke investor (Angel Investor / Venture Capital). Pendanaan jenis ini, memerlukan banyak persiapan dokumentasi dan parameter karena anda harus menjelaskan ide anda kepada satu atau lebih pihak lain.

    Dalam proses raise funding, biasanya anda akan bertemu one to one dengan investor, dan menjelaskan secara singkat, apa produk dan startup anda. 

    Sebelum memulai raisefunding, ada baiknya anda mempelajari latar belakang investor: 
    - apakah investor anda memiliki resource yang dapat membantu startup anda ? Networking ke investor lain, pengalaman membangun startup sejenis,dll.
    - apakah investor anda akan ikut campur dalam operasional anda ?
    - apakah investor ini akan memaksa dan exit strategy apa yang mereka rencanakan ?

    Bagi entrepreneur yang berpengalaman sekalipun, tidak ada satupun yang menjamin bahwa pitching anda akan berhasil untuk investor. Bahkan seorang Ferry Tenka, Founder Disdus di sebuah seminar startup yang saya hadiri berkata "Raise Funding tidak bisa dipelajari dimanapun, hanya bisa dilakukan langsung dan terus belajar dari kesalahan."


Bootstrap vs Raise Funding, mana yang lebih baik ?

Meskipun rasio startup yang menggunakan bootstrap dan melakukan Raise funding berbanding seimbang : 50:50, namun kesimpulan yang bisa saya ambil adalah bootstrap-lah selama mungkin, lalu raisefund lah ketika anda siap untuk memperluas target pasar anda.

Comments


AUTHOR
Rusdi Karsandi @rusdikarsandi linkedin

Techpreneur Grevia.
A digital enthusiast, who loves technopreneurs and startups. I love learning about passionpreneurship and motivates people to concepting new ideas for startups. Let's collaborates & change the world together.

TAG
#raisefunding #bootstrap #pendanaan #funding #pitching #investor

ARTIKEL TERKAIT

Follow Grevia :            
Daftar Email anda ke newsletter.
copyright © 2018 Grevia Networks.
×